Still Shinobi
Tiga tahun bukan waktu yang singkat.
Bagi Konoha, itu adalah masa ketika nama Uzumaki Boruto perlahan berubah dari "anak Hokage yang berisik" menjadi legenda muda yang jarang disebut, namun selalu ditunggu kepulangannya. Ia pergi bersama Uchiha Sasuke, meninggalkan desa dengan punggung kecil dan janji yang belum sempat terucap.
Kini, ia kembali.
Langkahnya tenang, sorot matanya dingin namun dalam. Tidak ada lagi senyum ceroboh atau teriakan spontan. Yang tersisa hanyalah ketenangan yang memancarkan kekuatan dan kedewasaan. Aura seorang ninja sejati. Banyak mata tak sengaja mengikutinya, banyak hati diam-diam berdebar. Boruto yang dulu dikenal dunia telah berubah... menjadi seseorang yang sulit diabaikan.
Di antara semua tatapan itu, ada satu yang paling bergejolak.
Uchiha Sarada berdiri terpaku. Jantungnya berdentum lebih keras dari suara langkah kaki Boruto. Ia mengenalnya, ia tumbuh bersamanya, namun pria di hadapannya terasa seperti orang yang sama sekali baru. Tenang, kaku, dingin... dan terlalu tampan untuk diabaikan. Perasaannya bergejolak, tapi gengsinya jauh lebih kuat dari keberaniannya.
Sementara itu, Boruto melangkah tanpa tergesa. Dalam diamnya, ada satu nama yang tak pernah pergi dari pikirannya selama tiga tahun perjalanan dan pertempuran. Satu sosok yang menjadi alasannya untuk kembali ke Konoha.
Sarada.
Ia mungkin tampak dingin, namun hatinya menyimpan perasaan yang lebih hangat dari api. Dan kali ini, ia tidak berniat membiarkannya tetap menjadi rahasia.