The Last Bloom of the Wu Empire

The Last Bloom of the Wu Empire

  • WpView
    Reads 13,725
  • WpVote
    Votes 1,215
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 16, 2026
Di bawah langit Kekaisaran Wu yang megah, dua takdir bertaut sejak masa kanak-kanak. Chi Cheng, putra keluarga jenderal besar, pertama kali jatuh cinta pada Wu Suo Wei, pangeran bungsu yang lembut dan bercahaya bagai musim semi pertama. Tahun-tahun berlalu. Chi Cheng tumbuh menjadi jenderal muda yang gagah dan disegani, memimpin perang selatan hingga mengembalikan kejayaan bagi Wu. Namun kemenangan itu juga menjadi awal dari pertemuan kembali yang menggetarkan antara dua hati yang terpisah tujuh tahun lamanya. Dalam pesta perayaan kemenangan, Suo Wei menolak usulan licik Perdana Menteri Liang Zhou, tanpa menyadari bahwa penolakan lembut itu menyalakan api dendam di jantung istana. Di tengah rencana pertunangan yang tampak indah, firasat buruk mulai berbisik dari Putri Lianyi, dari Suo Wei sendiri, bahkan dari langit yang tak lagi tenang. Dan ketika hari pertunangan tiba, saat batu giok suci berpindah tangan di bawah cahaya ribuan lentera, panah beracun melesat ke udara. Suo Wei melangkah tanpa ragu melindungi Chi Cheng dengan tubuhnya sendiri. Lady Blue
All Rights Reserved
#75
tianxuning
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • Target Si Supir
  • Trouble Maker
  • The Antagonist Hates Socializing [End]
  • ELIAN ✓
  • 𝐓𝐞𝐦𝐞𝐧?
  • Halo, Kanael!
  • ELION (bl)

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines