Today, I Wrote Something

Today, I Wrote Something

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 26, 2026
Abbiya, seorang operator pabrik multi-skilled, hidup di bawah bayang-bayang trauma masa lalu yang membuatnya takut pada suara dan pandangan orang. Posturnya selalu membungkuk, berusaha menghilang. Pabrik yang bising, dingin buatan, dan terisolasi dengan lampu 24 jam justru memperparah kecemasan sosialnya. Untuk melarikan diri, pikirannya menciptakan tiga alter ego: Ratu Eira yang dipuja, Superstar Biyu yang bebas ekspresi, dan sang pelindung kritis yang mengunci suara Abbiya, Minu. Satu-satunya jangkar realitas yang ia miliki adalah aroma citrus dan mint yang menenangkan dari Darius, supervisor shift paginya-sosok langka yang tidak ia temui saat shift malam yang paling berbahaya. Saat Darius mulai melihat dan mencoba membantu, Abbiya harus menghadapi Minu dan trauma masa lalunya. Ia harus memilih: tetap aman dalam ilusi, atau mengambil alih kendali atas dirinya sendiri, meskipun itu berarti melepaskan jangkar yang ia cintai-terutama setelah ia tahu Darius telah bertunangan. Ini adalah kisah tentang menemukan kembali suara yang hilang di tengah kebisingan dan memilih realitas, meskipun itu menyakitkan.
All Rights Reserved
#38
halusinasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bryatta (ON GOING)
  • MY EX-RIVAL
  • Navjeevan || Niskala Kiran
  • NITI WADAH: Sang Titisan Barong
  • Jenderal Itu Milikku (Meski Dunia Tak Tahu)
  • DARK FAMILY
  • Petualangan Liar Nara
  • My daddy (21+) ON GOING
  • enemy to love (Completed)

Usia Bryatta bahkan belum genap tiga tahun, namun hidup telah memaksanya tumbuh dewasa sebelum waktunya. Baginya, panti asuhan bukan sekadar tempat tinggal, melainkan pengingat akan penolakan yang berulang. Setiap kali pintu harapan terbuka melalui adopsi, setiap kali itu pula ia dikembalikan layaknya barang yang cacat. Kini, di balik sepasang mata kecilnya, tidak ada lagi binar harap akan hangatnya pelukan orang tua. Bryatta berhenti bermimpi. Namun, di tengah keputusasaan yang sunyi itu, mungkinkah masih ada satu ruang bernama 'rumah' yang benar-benar mau menerimanya tanpa syarat? Start : 2 Juni 2025 Finish : -

More details
WpActionLinkContent Guidelines