Harry Narendra Vaughan seorang CEO berusia 27 tahun. Dia adalah pria yang dingin, galak dan tak tersentuh karena semenjak usianya 12 tahun ia menyaksikan ibunya di bunuh dan ayahnya di ikat oleh 3 orang yang memakai topeng yang tak dikenal.
Harry tumbuh menjadi pria yang takut akan sentuhan, ia memiliki phobia akan sentuhan yang disebut Haphephobia, ketika ada seseorang yang menyentuhnya, dirinya akan bereaksi yaitu keringat dingin, gemetar, gatal dan muntah-muntah. Maka sejak kejadian itu hidup Harry hanya di rumah, ia homeschooling sampai di usia 20 tahun ayahnya mengenalkan padanya dunia bisnis karena Harry harus menjadi pewarisnya yang meneruskan segalanya, Hingga saat Ayahnya pensiun dan diusia 25 tahun Harry menjadi CEO.
Saat ia berusia 27 tahun, ia bertemu dengan seorang perempuan berusia 20 tahun, perempuan itu adalah anak dari supir pribadi Harry. Dan saat itulah, pertama kali Harry disentuh tanpa reaksi, perempuan itu adalah Aqeela Laurelia Calista. Gadis manis, ceria, cerewet dan malas. Ia berkuliah sambil kerja, dan faktanya pekerjaannya adalah menjadi buzzer disosial media yang menebar kebencian.
Manusia-manusia yang ditakdirkan saling bertautan. Entah sekedar memberi makna, memberi kehangatan, atau memberi bekas luka yang tidak akan pernah bisa disembuhkan.
Ingatan-ingatan dan trauma masa lalu membuat Harry, Aqeela, dan Mohan ke dalam suatu cerita baru dalam babak kehidupan mereka.
"Katanya aku harus move on. Aku sudah mencobanya dan menemukan orang baru. Tetapi, mengapa orang baru yang justru menghantarkan aku kembali kepada masa laluku ?" - Aqeela
"Seandainya aku tidak melepasmu waktu itu." - Harry
"Kalau aja lo bukan abang gue, udah habis lo sama gue, Bang." - Mohan