El dan Aluna telah bersama selama tiga tahun, menjalani kisah cinta yang sederhana namun penuh makna. Namun jarak, kesibukan, dan kesalahpahaman kecil mulai menguji kekuatan hubungan mereka. Satu kesalahan El - hari ketika ia menemani Dinda tanpa izin Aluna - membuat hubungan mereka retak, meski niat El murni sebagai teman. Aluna, yang selama ini mencoba menahan perasaannya, akhirnya memutuskan hubungan untuk sementara demi melindungi hatinya sendiri.
Satu tahun berlalu. El menyelesaikan studi S2 dan bekerja di kota di mana mereka pertama kali bertemu. Kenangan tentang Aluna selalu menghantui setiap langkahnya - aroma kopi dingin, tawa, dan bunga kuning yang selalu mereka cintai bersama. Ia terus menyesali kesalahannya dan memendam rindu yang tak pernah pudar.
Takdir mempertemukan mereka kembali secara tak sengaja di kedai kopi yang dulu menjadi saksi cinta mereka. Pertemuan itu membuka kembali perasaan yang selama ini dipendam. Dengan hati-hati, El mulai berbicara, menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi, termasuk hubungannya dengan Dinda, dan menunjukkan ketulusannya yang tak pernah berubah. Aluna, yang awalnya menahan diri, akhirnya tak bisa lagi membohongi hatinya sendiri - ia masih mencintai El.
Setelah saling jujur dan membuka hati, mereka perlahan membangun kembali hubungan yang sempat retak. Beberapa bulan kemudian, El datang ke toko bunga milik Aluna untuk mengunjunginya, dan di sana ia melamar Aluna. Akhirnya, dua hati yang pernah tersesat menemukan jalan pulang ke satu sama lain, dengan cinta yang lebih dewasa, tulus, dan hangat.
Tema utama:
Cinta, penyesalan, kesalahpahaman, pengampunan, dan kesempatan kedua.
Nuansa cerita:
Lembut, emosional, penuh nostalgia, dengan simbol bunga kuning sebagai lambang cinta yang abadi dan pengingat kenangan manis.
All Rights Reserved