Pagi di Hari Jum'at

Pagi di Hari Jum'at

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Oct 24, 2025
"Jadinya proyek rubuh apa matahari buatan China gagal, Pak?" "Bukan, bukan kedua-duanya. Tapi sepertinya itu."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Duke'S Red String
  • A Family of Villains
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Just let me live, Duke!
  • Sin of The Villainess
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • New life, New problems [END]
  •   My Switched Daughter END
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • GALEN PRADIPTA

Leya menghabiskan hidupnya melihat benang merah milik orang lain, tanpa pernah melihat miliknya sendiri. Hingga maut datang menjemput. Di bawah reruntuhan perpustakaan yang lumat oleh gempa, jari kelingking Leya tiba-tiba menyala. Di detik-detik terakhir napasnya, ia melihat benang itu terhubung pada seorang pemuda dengan wajah bersimbah darah. Namun, sebelum ia sempat meraihnya, kegelapan merenggut segalanya. Maut seharusnya menjadi akhir, tapi Leya justru terbangun sebagai anak rahasia di kediaman seorang bangsawan yang dingin di dunia yang asing. Dan ujung benang merah itu kini bertaut pada sosok yang paling seharusnya ia hindari. Sosok yang bisa menghancurkan hidup barunya dalam sekejap. Jika benang merah takdir konon tak pernah salah, lalu mengapa Leya merasa takdir sedang berusaha membunuhnya untuk kedua kali? ©April, 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines