Rayana Adhisti selalu tahu caranya terlihat baik-baik saja. Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, ia tumbuh dengan kalimat yang tak pernah benar-benar hilang: "Kamu kan kakaknya." Sejak itu, Rayana belajar menjadi yang paling kuat-menenangkan orang tua, menutupi masalah adiknya, dan berdiri tegak di tengah tekanan pekerjaannya sebagai Senior Account Executive di sebuah creative agency Jakarta. Di sampingnya ada Ardan Pramudita, lelaki yang tak pernah mencoba menyelamatkan, hanya ingin masuk dan berdiri bersamanya. Namun Rayana terlalu pandai berpura-pura. Terlalu terbiasa berkata, "Aku baik-baik saja," bahkan saat semuanya terasa runtuh. Ketika masalah keluarga membesar, pekerjaan mulai goyah, dan hubungan yang selama ini menjadi tempat pulang ikut teruji, Rayana dipaksa menghadapi satu kenyataan yang paling ia hindari: menjadi kuat tidak selalu berarti harus sendirian. Karena terkadang, yang paling membutuhkan pelukan adalah yang paling jarang memintanya.
Más detalles