ANCHOR
  • WpView
    Reads 208
  • WpVote
    Votes 101
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2026
Dunia Hesa adalah ruang gelap yang pengap, hingga ia menemukan dua titik cahaya yang berpendar tepat di sampingnya. Bukan bintang di langit, melainkan sepasang netra milik Biru yang menatapnya begitu dalam, seolah sanggup menembus hingga ke ulu hati. ​Di bawah langit Bandung yang menyimpan rahasia, Biru menyodorkan sehelai kabel bercabang, memutar melodi berjudul Anchor. ​"Dengarkan, Sa," bisik gadis itu. Suara yang selalu sanggup menghentikan rotasi dunia Hesa dan memaksanya terpaku hanya pada satu poros. "Hiduplah untuk bahagiamu sendiri, Sa. Sampai kapan kamu harus menjadi jangkar bagi kapal-kapal yang bahkan tidak tahu mereka berlayar untuk siapa?" ​Hesa tersenyum getir, menatap punggung Haru dan Hera di kejauhan. "Aku nggak sedang menjadi jangkar, Biru. Aku adalah kapal yang seluruh muatannya adalah mereka. Ke mana pun mereka pergi, itulah tujuanku. Dan jika mereka karam, aku pun tak punya alasan untuk tetap mengapung." ​Biru menghela napas panjang. Mereka bertemu di garis cakrawala yang indah, seindah binar matanya yang kini meredup. "Hesa, sekali ini saja. Pikirkan dirimu. Kebahagiaanmu. Masa depanmu." ​"Sudah," jawab Hesa singkat. ​"Masa depanku adalah mereka, Biru. Bukan aku." ​Detik itu juga, kapal Hesa seolah menghantam karang. Biru melangkah pergi, meninggalkan Hesa yang memilih karam dalam pengabdiannya. Ia pergi karena tak lagi menemukan jejak "Hesa" di dalam diri laki-laki yang telah habis terbakar demi menghangatkan orang lain.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • M'Daza (di balik jendela) ✓
  • Ephitelia [ On Going ]
  • Crossed Paths
  • ROMANSA KELAM
  • Serenity
  • HELLO, SUNSHINE!
  • The Other Malfoy (On Going)
  • Saat Aku Berhenti Bicara
  • Jatuh Cinta Dalam Senyumanmu
  • Inked US

Kata orang cinta pertama anak perempuan adalah sang Ayah. Tetapi berbeda dengan Dazahra Aurelia, karena suatu insiden membawanya dalam trauma yang besar. Seorang ayah yang lembut tergantikan dengan pria pemarah tak ada belas kasih. Rumah yang seharusnya jadi tempat ternyaman malah seperti kandang penyiksaan baginya. Senyuman samar di balik jendela kamarnya seakan menjadi penyemangat. Dirinya jatuh cinta pada lelaki berbatas tirai itu. Daza tidak mengetahui wajahnya tapi ia mengigat jelas lengkungan bibir itu. *** (Jadilah pembaca yang bijak. Ambil positifnya dan buang sisi negatifnya) Cerita ini diikut sertakan dalam event 40 days written challenge bersama 5 penerbit Since: 15/12/20

More details
WpActionLinkContent Guidelines