Sudah tiga bulan Samyukta Elira menjalani pernikahan yang hampir sempurna bersama Ardhanisvara Satvika-seorang CEO muda, dewasa, dan terlalu mencintainya sampai kadang terasa berlebihan.
Hidup mereka tenang, manis, dan hangat. Setiap pagi dimulai dengan ciuman lembut, setiap malam diakhiri dengan pelukan erat yang menenangkan.
Namun, segalanya berubah setelah sebuah mimpi aneh membawa Samyukta kembali ke masa kecilnya. Dalam wujud gadis kecil, ia melihat lagi sosok Satvika kecil-anak laki-laki dingin dan jutek yang dulu selalu ia kejar. Mimpi itu terasa begitu nyata, hingga ia mulai bertanya-tanya...
Apakah itu sekadar bunga tidur, atau benar-benar perjalanan singkat ke masa lalu?
Ketika Samyukta mulai menyadari bahwa mimpi itu menunjukkan kenangan yang selama ini terlupakan, perasaannya terhadap Satvika tumbuh semakin dalam. Ia perlahan mengingat sesuatu - alasan kenapa Satvika, si anak pendiam yang dulu menolak dekat dengannya, tiba-tiba berubah menjadi pria yang begitu takut kehilangan dirinya.
Antara kenyataan dan mimpi, Samyukta harus menemukan makna dari "masa lalu" yang kembali menghampiri mereka. Dan Satvika-yang terlalu mencintainya, tanpa tahu bahwa cinta mereka ternyata telah ditakdirkan jauh sebelum keduanya benar-benar mengingatnya.
Dalam pelukan yang sama, waktu pun seakan berhenti.
Karena kadang, cinta sejati bukan tentang siapa yang datang paling akhir, tapi siapa yang tak pernah benar-benar pergi sejak awal.
Mahrendra Yakamuza kehilangan istrinya tepat setelah resepsi pernikahan. 2 tahun setelahnya dia bertemu dengan Reina Almira kakak dari mendiang sang istri. Reina melamar pekerjaan di tempat Rendra bekerja, kehadiran perempuan itu membongkar status Rendra sebagai seorang duda yang masih perjaka.
Cerita ini hanya tersedia di Wattpad dan KBM App.