Senja, Stroberi, dan Awal Cinta

Senja, Stroberi, dan Awal Cinta

  • WpView
    Reads 216
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 7, 2026
Prolog - Saat Stroberi Pertama Mekar Langit sore merona jingga, menyentuh ujung pepohonan dengan lembut di bawahnya, seorang gadis bernama Yasmina Nara duduk sendirian di taman kampus, ditemani semilir angin dan aroma stroberi dari gelas kecil di tangannya. Waktu berjalan pelan. Di layar laptopnya, tugas besar baru saja muncul - > "Buat sistem informasi berbasis web dengan tema produk lokal." Yasmina tersenyum kecil, lalu menatap langit yang mulai berwarna merah muda. > "Stroberi... manis, indah, tapi kadang asam juga. Kayak cinta yang belum tentu dibalas." Ia tak tahu, bahwa kata sederhana itu akan menjadi awal dari perjalanan panjang perjalanan di mana cinta tumbuh di antara baris-baris kode, berkecambah dari kerja sama yang tak terduga dan mekar di bawah cahaya matahari senja yang hangat. ☀️🍓 Hingga langkah kaki seseorang terdengar dari belakang suara rendah memecah keheningan sore itu. > "Kamu Yasmina, kan? Aku El Putra. Katanya kita satu kelompok." Yasmina menoleh sekejap pandangan mereka bertemu ada sesuatu yang tak bisa dijelaskan di antara tatapan singkat itu: tenang, hangat, dan samar-samar manis. Dan tanpa mereka sadari, hari itu menjadi awal dari segalanya awal dari rasa yang tumbuh sederhana, tapi meninggalkan jejak dalam setiap hela napas. Seperti stroberi yang pertama kali mekar di musim semi, manisnya tak pernah bisa dilupakan. 🍃💞
All Rights Reserved
#233
informatika
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines