
Hujan selalu punya cara mempertemukan orang dengan rahasia yang tak pernah mereka duga. Sore itu, di bawah atap halte yang sempit, dua orang asing duduk dalam diam. Tak ada percakapan, hanya suara hujan yang jatuh seperti ribuan jarum di aspal. Seseorang menunduk, menulis sesuatu di buku catatan kecil. Seseorang yang lain, dengan jantung berdetak kacau, tanpa sengaja melirik layar ponsel yang menyala di sampingnya. Nama itu muncul begitu saja. Nama yang terlalu familiar untuk dianggap kebetulan. Mata mereka akhirnya bertemu. Hanya sepersekian detik, tapi cukup untuk membuat waktu berhenti. Ada semacam pengakuan tanpa kata, ada jarak yang tiba-tiba terasa terlalu sempit, ada kebenaran yang menolak lagi disembunyikan. Entah bagaimana, mereka berdua tahu. Ini bukan pertemuan pertama dan ini juga bukan akhir. Cover from Pinterest.All Rights Reserved
1 part