TUNTUNAN CINTA

TUNTUNAN CINTA

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 20, 2025
"Gus ngga malu punya istri kaya saya?" Tanya Zahra. "Tidak ada kata malu bagi saya jika itu berhubungan dengan mu, Ya Zahra." Bantah Bilal. ______________________ Mungkin menurut banyak orang, mempunyai suami seorang gus adalah impian yang sulit menjadi nyata. Tapi kenapa berbeda dengan Zahra? gadis yang selalu membuat masalah dengan tujuan pisah dari suami nya selaku seorang Gus muda?. Zahra pikir, kenapa Gus Bilal harus menikahi nya? ia menganggap Gus Bilal adalah masalah di kehidupan nya. _________________ "Zahra ngga mau! jangan paksa Zahra!" Pekik Zahra saat melihat Gus Bilal. "Saya akan menunggu, se lama apapun itu, Ya Rouhi" ________________ Kali inii InshaAllah aku bakal lebih niat buat cerita, kalian penasaran? simakk cerita nyaa. Jangan lupa follow+vote+komen yaa. Salam hangat dari Lala
All Rights Reserved
#65
bilal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines