Nada di panggung Arunika

Nada di panggung Arunika

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 31, 2025
Empat hati, satu langit, dan sejuta kenangan. Aysel dan Amora - dua sahabat yang berbagi mimpi dan rahasia kecil tentang cinta pertama. Zayden dan Langit - dua sosok yang diam-diam membuat hari-hari mereka lebih berwarna. Di bawah langit yang sama, mereka belajar bahwa cinta bukan sekadar kebersamaan, tapi juga tentang mengerti, tumbuh, dan bertahan. Karena beberapa perasaan tak perlu diucapkan keras-keras, cukup dirasakan - seperti senja yang perlahan memeluk hari.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines