A story behind the night shift

A story behind the night shift

  • WpView
    Reads 141
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 26, 2025
Lune Leo Natalie la Nuit, seorang wanita berkebangsaan Prancis yang memiliki keistimewaan fisik, tumbuh dengan perasaan bahwa dirinya berbeda dari manusia lain. Perbedaan itu membuatnya sering merasa tak pantas dicintai-karena bagi Lune, tak banyak orang yang bisa menatap matanya tanpa rasa takut atau iba. Tanpa alasan yang pasti, ia memutuskan merantau ke Indonesia-negeri yang dulu pernah didatangi oleh idolanya di masa lalu. Awalnya, Lune tak berharap apa pun dari kepergiannya. Namun justru di negara asing itu, di bawah langit yang sama namun dengan bahasa yang berbeda, ia menemukan sesuatu yang selama ini terasa mustahil: cinta yang tulus. Meski tak satupun dari mereka berdarah asli Indonesia, negeri inilah yang mempertemukan dua jiwa asing-dan membuat Lune mengerti, bahwa cinta sejati tak pernah melihat rupa, bahasa, ataupun asal.
All Rights Reserved
#159
fictional
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • Chasing Sanara
  • De Andere Weg (END)
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Almost Married (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines