Erevalis Garden

Erevalis Garden

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 17, 2025
Kau terbangun di taman yang tak mengenal pagi. Tak ada arah, tak ada waktu, hanya kabut dan bisikan bayangan yang terus mengikutimu. Lalu kau melihatnya. Sosok tinggi berselubung kain merah, dengan paruh burung gagak dan burung hantu di pundaknya. Dia tak banyak bicara. Hanya menggenggam lentera berisi api biru yang tak berkedip. "Jangan ikuti cahaya yang terang," katanya. "Yang redup adalah jalan keluar." Tapi saat dua cahaya muncul-satu menggoda, satu nyaris padam-kau harus memilih. Dan dalam terang yang menyiksa, kau akhirnya sadar: ini bukan jalan pulang. Ini jerat yang menyamar sebagai harapan. Sekarang dia berdiri jauh di belakangmu, masih menatap, lentera masih menyala. Dia tak mendekat. Tak memaksa. Hanya menunggu. Karena taman ini takkan menunjukkan jalan. Tapi dia, mungkin akan-jika kau cukup berani untuk menoleh kembali.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hello, Mr. Mafia!
  • Fraktal Rahasia
  • Shadow in the Lab
  • Defiant [END]
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • (END) Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Bound to Him
  • SHEA SANG FIGURAN
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆

Arunika Sandyakala, gadis 22 tahun yang tengah menikmati healingnya di Italia, tepatnya di kota Roma, harus bernasib sial karena tiba-tiba diculik oleh beberapa pria berbadan besar dan di sekap di ruang bawah tanah. Dia mengumpati nasib sial yang menimpanya. Kenapa harus berakhir sial menjadi tawanan salah tangkap? Bukannya takut hidupnya berakhir begitu saja di hadapan pria yang menjadi ketua Mafia terbesar di daratan Eropa itu, Arunika malah mengumpati pria pertengahan 30 tahun itu sejadi-jadinya. Matteo, pemimpin Mafia terkenal di daratan Eropa itu cukup takjub dengan gadis yang mengaku korban salah tangkap oleh bawahannya. Dia cukup takjub dengan keberanian Arunika yang meludahinya sembari mengumpat dengan suara melengking khas gadis itu, membuat telinganya pengang selama beberapa detik. "Kau salah tangkap bajingan! Lagi pula untuk apa aku menjadi mata-mata Mafia mu? Not my style sekali, tuan!" ••• This is my first story, don't plagiaze it!

More details
WpActionLinkContent Guidelines