Erevalis Garden

Erevalis Garden

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 17, 2025
Kau terbangun di taman yang tak mengenal pagi. Tak ada arah, tak ada waktu, hanya kabut dan bisikan bayangan yang terus mengikutimu. Lalu kau melihatnya. Sosok tinggi berselubung kain merah, dengan paruh burung gagak dan burung hantu di pundaknya. Dia tak banyak bicara. Hanya menggenggam lentera berisi api biru yang tak berkedip. "Jangan ikuti cahaya yang terang," katanya. "Yang redup adalah jalan keluar." Tapi saat dua cahaya muncul-satu menggoda, satu nyaris padam-kau harus memilih. Dan dalam terang yang menyiksa, kau akhirnya sadar: ini bukan jalan pulang. Ini jerat yang menyamar sebagai harapan. Sekarang dia berdiri jauh di belakangmu, masih menatap, lentera masih menyala. Dia tak mendekat. Tak memaksa. Hanya menunggu. Karena taman ini takkan menunjukkan jalan. Tapi dia, mungkin akan-jika kau cukup berani untuk menoleh kembali.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Perfect Model ( Republish )
  • Defiant
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Fraktal Rahasia
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Bound to Him
  • Shadow in the Lab
  • (END) Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Hello, Mr. Mafia!

ZONA 🔞⚠️ .. Melangkah anggun dipanggung peragaan busana sudah menjadi kebiasaannya, sejak Invanya memutuskan untuk terjun sebagai seorang model. Setiap pijakan kakinya bagaikan alunan musik yang memabukkan jiwa. Gerakannya sungguh memikat hati para pelihat. Pesonanya terlalu memancar sehingga pupil mata mereka selalu membesar. Prestasi perempuan itu pun tak perlu diragukan lagi, Invanya telah meraih gelar sebagai model terbaik. Popularitasnya semakin meningkat, banyak yang memuja serta menjadikan inspirasi dikalangan dunia fashion show. Tetapi bagi Raefan. Ini bukan kebanggaan semata! Fenomena akan terjadi, bahkan pusaran rasa menyatu dalam satu jiwa. Ya! Invanya berada dalam genggaman Raefan, cengkeramannya begitu kuat. Invanya tak mungkin bisa lepas darinya. Mari kita lihat apakah Invanya mampu mengendalikan cengkeraman itu? Dan satu hal penting. Ini bukan tentang rasa, melainkan hasrat yang menggebu.​ ... PENASARAN? BACA SAMPAI SELESAI... JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN VOTE, FOLLOW, AND COMENT. SHARE REKOMENDASIKAN BOLEH BANGET BANGET HIHIHI . . . . . Me 👋 _jiwangantuk

More details
WpActionLinkContent Guidelines