SECANGKIR KOPI DAN LANGIT SENJA

SECANGKIR KOPI DAN LANGIT SENJA

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 14, 2025
"Secangkir Kopi dan Langit Senja" bercerita tentang Rania, seorang perempuan yang masih terjebak dalam kenangan masa lalunya bersama Hanan, mantan kekasih yang pernah ia percaya akan kembali. Kafe kecil dan secangkir kopi menjadi saksi bisu dari hubungan mereka. Di mulai dari pertemuan pertama hingga perpisahan tanpa kejelasan. Rania yang dulu penuh harapan kini belajar menerima kenyataan bahwa tidak semua janji bisa ditepati, dan tidak semua cinta bisa bertahan. Meski awalnya sulit, ia perlahan bangkit dan menemukan ketenangan dalam keikhlasan. Cerita ini menggambarkan perjalanan emosional seseorang dalam menghadapi kehilangan, belajar melepaskan, dan berdamai dengan masa lalu. Melalui suasana senja dan aroma kopi yang penuh makna, kisah ini membawa pembaca merasakan pahit dan manis cinta yang pernah ada, bahwa terkadang, cinta sejati bukan tentang memiliki, tapi tentang berani merelakan. END.
All Rights Reserved
#8
hoshiseventeen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines