Dibalik Kain Lavender

Dibalik Kain Lavender

  • WpView
    Reads 18,243
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Aug 6, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Romance
Mohon bijak dalam membaca cerita ini, mengingat cerita mengandung unsur sex dan perselingkuhan. Pastikan telah berusia diatas 21 tahun. Berisi Cerita tentang Maya (27 tahun) adalah seorang wanita yang dilanda kesepian mendalam. Pernikahannya dengan Arifin terasa hampa karena suaminya sangat jarang berada di rumah. Ketiadaan kasih sayang dan perhatian dari Arifin membuat Maya rentan terhadap godaan. ​Kekosongan emosional ini membuat Maya mulai menaruh perhatian pada Yanto, keponakannya yang masih duduk di bangku SMA dan berusia 17 tahun. Yanto yang remaja dan polos menjadi pelarian bagi Maya. Awalnya hanya sebatas kedekatan, namun godaan yang dirasakan Maya, didorong oleh hasrat dan kesepiannya, perlahan melampaui batas. Hubungan terlarang pun terjadi, melanggar norma susila dan etika kekeluargaan. ​Awalnya Maya diliputi rasa penyesalan yang mendalam atas perbuatannya. Namun, karena dorongan nafsu yang besar akibat minimnya interaksi fisik dengan suami, hubungan terlarang itu terus berlanjut. ​Hubungan mereka mulai merenggang ketika Yanto lulus SMA dan melanjutkan kuliah di luar kota. Pertemuan mereka menjadi sangat jarang. Meskipun demikian, setiap kali mereka memiliki kesempatan untuk bertemu, hasrat yang tak terbendung masih membawa mereka kembali pada hubungan terlarang tersebut. Maya terjebak dalam dilema antara penyesalan dan pemenuhan nafsu yang sulit ia kendalikan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IBU MERTUAKU SEKSI
  • Terjerat Pesona Bapak Mertua 💦
  • Hak Asasi Money 21+ [On Going]
  • SUSUK MENANTU PENGODA
  • Rasa Dalam Sunyi
  • SUAMI PENGGANTI - SEASON 1
  • L I N D A
  • Politik Ranjang
  • KU JUAL HARGA DIRIKU DEMI KALIAN BISA HIDUP
  • IBU GURU YANG TAK PERNAH KENYANG "Nafsu membara, tapi suami tak sanggup."

Orang bilang aku pria paling beruntung. Di usia tiga puluh tahun, aku mendapatkan istri yang cantik, muda, dan polos. Dewi Anggraini, gadis berusia dua puluh tahun yang manis, sopan, dan berasal dari keluarga terpandang. Siapa yang tidak mau? Hidup mapan, istri muda, rumah besar, dan mertua yang sangat baik. Tapi mereka tidak tahu satu hal: Aku menikahi Dewi, semata-mata hanya karena dia adalah anak kandung dari wanita itu. Ratna Kirana. Ibu mertuaku. Wanita berumur tiga puluh enam tahun yang membuatku lupa segalanya. Dia bukan ibu mertua tua yang kaku dan membosankan. Dia wanita paling seksi, paling mempesona, dan paling sempurna yang pernah kulihat seumur hidup. Kulitnya masih kencang dan bercahaya, senyumnya memabukkan, pembawaannya anggun bak ratu. Sebagai konten kreator populer dengan ribuan pengagum, Ratna Kirana tahu persis bagaimana caranya membuat semua mata tertuju padanya. Termasuk mataku. Jarak umur kami cuma enam tahun. Enam tahun yang terasa tidak berarti sama sekali. Di mataku, dia bukan orang tua. Dia wanita. Wanita dewasa yang matang, cerdas, penuh pesona, dan jauh lebih menarik dibandingkan istriku sendiri yang masih terlihat seperti anak kecil. Setiap hari aku tersiksa sekaligus bahagia. Bahagia karena setiap pagi hal pertama yang kulihat adalah dia; rapi, wangi, cantik, sedang menyiapkan sarapan. Tersiksa karena aku tahu, wanita seindah itu seharusnya tidak digabung dengan kata "ibu mertua". Aku lebih rela menghabiskan waktu berjam-jam membantunya mengedit foto, mengatur pencahayaan, atau sekadar mendengarkan celotehnya, daripada mengajak istriku sendiri mengobrol. Bagiku, kata-kata bijak Ibu Ratna jauh lebih berharga daripada ocehan polos Dewi yang belum tahu apa-apa. Tapi bagaimana caranya berhenti, kalau wanita yang seharusnya kuhormat itu justru diam-diam membalas tatapanku? Menikmati pujianku, menerima perhatianku, dan tersenyum bahagia saat aku ada di dekatnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines