Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Rasa
  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 20, 2025
Rania dan Sandika Malam minggu itu, langit kota dihiasi kelap-kelip lampu jalan dan riuh kendaraan yang tak pernah benar-benar tidur. Rania, siswi kelas tiga SMA, melangkah masuk ke sebuah club tempat pesta ulang tahun temannya diadakan. Ini adalah kali pertama ia menginjakkan kaki di tempat semacam itu-musik berdentum keras, lampu strobo berputar, dan aroma alkohol bercampur parfum memenuhi udara. Awalnya, ia hanya berniat menemani sebentar. Di tangan, ia menggenggam segelas air putih yang disodorkan panitia acara. "Tenang aja, ini cuma air mineral," ujar salah satu temannya sambil tertawa. Tanpa curiga, Rania meneguknya. Namun rasa getir aneh yang mengalir di tenggorokannya membuatnya terbatuk kecil. Ia tak tahu, minuman itu sudah tercampur alkohol. Beberapa jam kemudian, dunia Rania mulai berputar. Musik terdengar semakin jauh, tubuhnya terasa ringan, dan langkahnya tak lagi stabil. Bayangan orang-orang di sekelilingnya kabur, dan salah satu wajah yang ia kenali adalah Sandi-teman sekelasnya yang kebetulan juga datang ke pesta itu
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines