50 parts Ongoing Elang gak pernah nyangka kalau keputusan iseng buat jadi "pacar pura-pura" Sagara bakal berujung serumit ini. Awalnya, ini cuma rencana sederhana: Sagara butuh seseorang buat menghindari perjodohan, dan Elang-yang selalu butuh tantangan-gak keberatan sedikit bermain peran.
Masalahnya? Sagara bukan tipe cowok yang gampang dipahami.
Arogan, sombong, terlalu terbiasa dimanja karena keluarganya yang kaya. Di satu sisi, dia bisa clueless sama hal-hal dasar. Di sisi lain, dia bisa jadi luar biasa kompeten dalam hal-hal yang lebih rumit. Atlet anggar, jago strategi, dan-yang paling bikin Elang frustasi-punya cara bicara yang bisa bikin jantung siapa pun lompat ke tenggorokan.
Elang sendiri bukan tanpa masalah. Tinju adalah dunianya, dan dia lebih suka menyelesaikan urusan dengan pukulan daripada kata-kata. Tapi di hadapan Sagara, dia gak bisa sekadar mengandalkan fisik. Mereka punya batas yang harus dijaga, batas yang semakin lama semakin kabur.
Yang tadinya hanya pura-pura, kenapa mulai terasa nyata?
Dan kalau memang ini hanya permainan, kenapa Elang mulai takut kalah?