We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Jeda Tanpa Suara (On Going!)

Jeda Tanpa Suara (On Going!)

  • WpView
    Reads 549
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 29, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Dark Romance
First Love
Second Chance
Seperti kata Nadin "Hancur lebih mudah dari bertahan." Menyakitkan? Jelas. Tapi rasanya jauh lebih melegakan dari pada harus terus-menerus menggenggam seseorang yang hatinya sudah tidak lagi di sini. Aku melepaskan mu secara utuh, tanpa dendam, tapi juga tanpa ada jalan untuk kembali. Aku pikir pergi menjauh dari jakarta adalah kunci untuk menyembuhkan dari semua luka yang kamu tinggalkan. Tapi ternyata aku keliru, begitu kakiku kembali menginjak di kota ini. Akhirnya aku sadar sejauh apa pun aku berlari, luka itu tidak tertinggal disana. Dia tetap ikut bersamaku, bersembunyi rapi di dalam dada. 15 Oktober 2025 setelah aku kembali lagi di tengah macetnya jalanan Jakarta, di antara gedung-gedung tinggi dan lautan manusia yang asing, aku justru merasa semakin asing dengan diriku sendiri. Menghilang kemarin tidak mengubah apa pun sampai detik ini, rasa sakit, kecewa, dan luka yang sama masih menetap di sini, sama persis seperti saat aku pergi dulu. Dua tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi Valery untuk merajut mimpi, bertahan melewati badai, dan menyerahkan seluruh ketulusannya, namun semua pengorbanan itu seketika runtuh tanpa sisa ketika sang kekasih dengan begitu mudahnya berpaling dan memilih menyudahi hubungan mereka demi seorang perempuan baru yang bahkan kehadirannya baru hitungan hari. Kenyataan pahit yang meninggalkan luka menganga di hati Valery, membuatnya tersadar bahwa kesetiaan selama ratusan hari bisa kalah begitu saja oleh pesona sesaat yang baru datang kemarin sore. Disisi lain, kehidupan seorang lelaki bernama Jefan dia tetap hidup begitu tenang dan bahagia bersama pacar barunya. Seolah-olah tak pernah menghancurkan hati seseorang yang pernah singgah di hatinya. NO PLAGIAT ⚠️‼️ Karyaa by: dewps
All Rights Reserved
#199
secondchoice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound by Diamond
  • Forgive Me My Angela
  • Fall for me,Nath!
  • Widower with One Child? [END]
  • Mantan Istri Tuan Revaldo
  • MR. POLICE IN ACTION
  • Unforgettable Mistake || On Going
  • THE FAKE MARRIAGE: Deal With A Cold CEO
  • OBSESI SANG ADIGUNA (END)
  • MAAF YANG TERLAMBAT (TAMAT)

Menikahi Kalangga adalah kesalahan terbesar dalam hidup Bella-atau begitulah pikirnya. Bagi Bella, pernikahan ini adalah penjara berlapis emas. Bagi Kalangga, ini adalah cara tunggal untuk memiliki dunianya seutuhnya. Empat bulan pernikahan mereka hanya diisi dengan penolakan, tatapan jijik, dan bentakan. Bella benci dominasi Kalangga, benci bagaimana pria itu mengatur setiap napasnya dengan kekuasaan yang tak terbatas. Namun, Kalangga bukan pria yang mudah menyerah. Ia adalah 'Rentenir' yang sabar menunggu setiap inci pertahanan istrinya runtuh oleh perhatian yang menyesakkan. Dia punya segalanya: Takhta, harta, dan kuasa. Namun, di hadapan Bella, seorang Kalangga hanyalah pria 'pemuja' yang rela melakukan apa saja demi satu lirikan mata sang istri-meskipun lirikan itu penuh dengan kemarahan. Kalangga tahu Bella mencintai kebebasannya, maka ia memberikan seluruh dunia untuk Bella jelajahi, asalkan titik pulangnya tetap berada dalam dekapannya. Sebab di dunia Kalangga, tak ada hutang yang tak terbayar-dan Bella adalah bayaran yang paling ia inginkan. "Belanjalah sepuasmu, pergi ke mana pun yang kamu mau. Tapi ingat, sejauh apa pun kamu melangkah, kamu tetap milikku." Terjebak dalam pernikahan penuh aturan dan sikap posesif tingkat dewa, Bella berusaha keras untuk tidak jatuh dalam pesona suaminya yang manipulatif namun terlampau perhatian. Di antara kemewahan Black Card, Porsche abu-abu, dan perlindungan yang menyesakkan, Bella harus memilih: Tetap memegang teguh egonya, atau mengakui bahwa ia mulai menikmati 'sangkar' mewah yang dibuatkan Kalangga khusus untuknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines