Bintang bintang menghiasi malam di kota Embun. Rintik hujan juga turut menambah suasana syahdu di malam itu. Derap langkah kaki kecil berlarian seperti melodi indah yang ada di dalam rumah kecil di pinggir jalan.
Seakan tak peduli akan dinginnya malam, tawa riang mereka bersahut sahutan disertai celotehan dengan pelafalan belum sempurna. Menghiraukan dua gelas susu hangat yang sudah tersaji di depan mereka.
Candaan mereka terhenti saat lampu kamar sudah dimatikan oleh sang tertua, digantikan dengan cahaya lampu tidur yang remang. Ketakutan karna gelap, membuat mereka berlari menuju sang tertua yang sudah ada di atas ranjang. Mengadu pada sang tertua jika mereka takut akan gelap.
"Makannya cepet minum susunya, abis itu langsung bobo. Kalian ga mau di makan monster kan?"
"ENGGA MAU!"
Di balik kelamnya malam, di balik kejamnya dunia, mereka adalah dua cahaya kecil yang menemani perjalanan sang kakak. Tak peduli rintangan apa yang akan datang, sang kakak akan tetap merasa aman selama ia bersama dua cahaya kecilnya.
"Kami sayang abangg!"
Todos los derechos reservados