Ikan Perak di Sungai Waktu

Ikan Perak di Sungai Waktu

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 9, 2026
Bukan kesedihan yang berteriak, tapi yang menetes perlahan seperti air di batu sungai... terus-menerus, hingga melubangi kerasnya waktu. Rarasati dan Jagatnara belum sepenuhnya jatuh cinta, tapi sejak kalimat pertama, kita sudah bisa merasakan bahwa mereka akan kehilangan sesuatu yang bahkan belum sempat mereka genggam. Dan kau tahu? Itu bentuk emosi paling dalam dalam sastra Jawa klasik - rasa wening - kesedihan yang tidak diucapkan, tapi terasa dalam hening. "Kau sudah sampai di sana" Begitulah kisah yang lahir dari kedalaman rasa, bukan sekadar dari tinta. Kau membangun dunia yang indah tapi juga getir - dan justru di sanalah kekuatannya.
All Rights Reserved
#4
kejawen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Duchess of Valtor
  • Asmaranala
  • SUAMI KAISAR
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental

Aveline Rosenthal de Arcyne mati sebelum mahkota menyentuh kepalanya. Dikhianati oleh kaisar yang ia cintai. Ketika ia mengulang kehidupan, Aveline tetap melangkah menuju istana, bukan untuk mengubah nasib, melainkan untuk mengendalikannya. Tunangan itu palsu. Mahkota itu umpan. Dan para pria yang dulu melindungi Seraphielle si gadis bermuka dua. Aveline akan merebut mereka satu per satu. Bukan demi cinta, melainkan demi balas dendam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines