What Shouldn't Be

What Shouldn't Be

  • WpView
    LECTURAS 46
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, oct 16, 2025
Sejak putus dari pacarnya di sekolah, hari-hari Kirana berubah muram. Segalanya terasa hampa-terutama karena lelaki itu masih berada di kelas yang sama. Setiap kali menatap wajah yang dulu ia cintai, Kirana hanya bisa menyesali keputusannya sendiri. Tak ada lagi yang menjemputnya sepulang sekolah, tak ada lagi tawa ringan di perjalanan pulang. Kini, ojek online menjadi satu-satunya tumpuan rutinitasnya. Namun, hari itu segalanya berubah. Di tengah kelelahan dan rasa bosan yang menggantung, Kirana justru diculik oleh pengemudi ojek online yang menjemputnya. Awalnya ia mengira semua ini soal uang-tentang perampokan atau pemerasan. Tapi ternyata, pria itu menginginkan sesuatu yang jauh lebih gelap daripada sekadar harta. Ia menginginkan Kirana. Laki-laki itu sudah lama mengamati Kirana dari kejauhan. Setiap hari ia menunggu di depan gerbang sekolah, menanti notifikasi pesanan yang membawa nama gadis itu. Dalam pikirannya yang rusak oleh obsesi dan kesepian, Kirana bukan sekadar penumpang-dia adalah satu-satunya alasan untuk terus hidup. Dan ketika dunia tak memberi ruang untuknya mendekat secara wajar, ia memilih cara paling gila yang bisa ia lakukan: menculiknya. "Dia tahu hidupnya berantakan-kontrakan sempit, utang yang menjerat, dan nasib yang tak berpihak. Tapi hanya gadis itu yang membuatnya merasa berarti. Dan rasa berarti itu berubah jadi dosa paling besar yang pernah ia bela." cr. cover by pint fyi; cerita ini dibuat buat dibaca sendiri karna ga nemu cerita kaya gini.. so enjoy the story
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido