Salah Koneksi (Completed)

Salah Koneksi (Completed)

  • WpView
    Reads 54,800
  • WpVote
    Votes 6,588
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 7, 2026
Lintar tidak pernah menyangka foto-fotonya akan tercetak nyasar ke printer milik Riffat, bosnya sendiri. Malam itu, seseorang yang menyebut dirinya sebagai XYZ346 tiba-tiba mencetak sesuatu ke printer miliknya, menawarkan diri sebagai sahabat printer. Tanpa Lintar tahu, XYZ346 yang tak lain adalah Riffat, diam-diam mengetahui kisah Lintar yang harus merawat keponakannya seorang diri di usia sembilan belas tahun. Riffat merasa bersalah karena telah mengucapkan sesuatu yang menyinggung perasaan Lintar. Lintar kesal saat printer miliknya terus berdengung mencetak kertas demi kertas dari pesan-pesan konyol yang dikirim Riffat. Lintar tidak tahu siapa sosok di balik pesan-pesan konyol itu, sementara Riffat terus memberondongnya agar Lintar mau terhubung dengannya lewat media printer. Semua kisah ini bermula dari salah koneksi. Berawal dari kekeliruan menghubungkan ke printer lain, kisah mereka pun dimulai. Update pertama kali 15 Oktober 2025
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines