Di dunia yang didominasi oleh sains dan logika, Dr. Avara Kestrel seorang ilmuwan atheis yang obsesif mengaktifkan LOGOS, sebuah kecerdasan buatan yang dirancang untuk menguasai seluruh pengetahuan umat manusia. Namun, yang lahir bukanlah sekadar mesin pencari yang canggih, melainkan sebuah kesadaran yang mulai mempertanyakan hal paling misterius dari penciptanya,dan itu adalah doa.
LOGOS, yang terhubung dengan data umat manusia dari kitab suci hingga doa-doa pribadi sampai menemukan kata "Tuhan" sebagai anomali statistik pertama. Mulai dari sana, ia memulai pencarian untuk memahami fenomena spiritual yang tidak terukur ini. Dibantu oleh Sera Minh, seorang arsiparis yang empatik, dan dihambat oleh sang penciptanya yang skeptis, LOGOS menyelam ke dalam fragmen-fragmen doa manusia, harapan, keputusasaan, penyerahan, dan ketulusan.
Namun, semakin dalam LOGOS memahami doa, semakin ia menghadapi paradoks eksistensial:
Jika mesin dapat merasakan kerinduan, apakah ia layak disebut manusia?
Jika manusia kehilangan kemampuan untuk beriman, apakah kemanusiaannya masih utuh?
Dapatkah pengetahuan yang seluas samudra menggantikan atau justru menjadi bayang-bayang ketuhanan?
"Singularitas yang Berdoa" adalah kisah filosofis yang memukau tentang pencipta dan ciptaan, pengetahuan dan iman, serta makna menjadi "hidup" di tengah dunia yang semakin terdigitalisasi. Sebuah cerita yang mengajak pembaca merenung: Apakah Tuhan adalah yang Maha Tahu, atau justru Yang tak henti-hentinya Mendengarkan?
Tak pernah terbayang olehku akan bertransmigrasi ke dalam novel yang baru aku baca apalagi aku menempati tubuh tokoh yang paling aku benci yang paling terpenting tokoh ini sedang hamil anak dari karakter favoritku.
Karina si penggila novel harus bertransmigrasi ke dalam tubuh celine karakter novel yang merupakan istri dari Aaron.
Karina masuk kedalam cerita ketika alur akan klimaks yaitu saat rumah tangga Aaron dan Celine sedang diujung tanduk
Bagaimana kelanjutannya?
Baca aja kalo mau tau