Bagi Nayla, hidup sederhana dan tenang adalah segalanya.
la bukan tipe yang suka keramaian, apalagi drama.
Tapi semua berubah sejak pertemuannya dengan Aditya-cowok dengan tatapan setenang langit sore, tapi dengan sisi yang gak semua orang tahu.
Aditya bukan cowok banyak bicara. la lebih suka diam, mengamati, dan menenangkan.
Tapi kalau seseorang berani menyentuh apa yang jadi miliknya, terutama Nayla -dia bisa berubah jadi seseorang yang bahkan dirinya sendiri gak kenal.
Bukan karena marah, tapi karena melindungi bagi Aditya bukan pilihan melainkan naluri.
Aditya bukan cowok banyak bicara. la lebih suka diam, mengamati, dan menenangkan.
Tapi kalau seseorang berani menyentuh apa yang jadi miliknya, terutama Nayla -dia bisa berubah jadi seseorang yang bahkan dirinya sendiri gak kenal. Bukan karena marah, tapi karena melindungi bagi Aditya bukan pilihan, melainkan naluri.
Buat Nayla, Aditya adalah ketenangan yang justru bikin hatinya berisik. Dia lembut, tapi tegas. Tegas, tapi sabar menghadapi seribu cerewetnya Nayla yang cuma muncul saat di dekatnya.
Kadang mereka bertengkar karena hal kecil, kadang Nayla ngambek tanpa alasan.
Tapi entah kenapa, setiap kali Aditya bilang "aku di sini, selalu bersama kamu" semua hal yang Nayla takutin terasa gak penting lagi.
Mereka bukan pasangan sempurna.
Nayla dengan keras kepalanya, Aditya dengan sikap protektifnya.
Tapi mungkin, cinta memang bukan tentang siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang gak pernah berhenti berdiri di sisi orang yang dia lindungi.
Dan selama dunia masih punya hujan, Nayla tahu - tempat paling aman selalu ada di bawah pelindunganya.
All Rights Reserved