Story cover for TIGA TAKDIR by KetaWainnn
TIGA TAKDIR
  • WpView
    Leituras 120
  • WpVote
    Votos 28
  • WpPart
    Capítulos 5
  • WpView
    Leituras 120
  • WpVote
    Votos 28
  • WpPart
    Capítulos 5
Em andamento, Primeira publicação em out 16, 2025
Ketika kamila kembali larut dalam shift malamnya. Ia mengabaikan undangan makan malam dari beberapa rekannya dan memilih fokus di ruang kerjanya. Ia berusaha keras memikirkan bagaimana ia bisa melakukan strategi arjuna yaitu hadir sebagai profesional tak tergantikan, bukan hanya calon pengantin.

Secara tiba tiba seorang perawat berlari menghampirinya "Dokter Kamila ada pasien gawat darurat, butuh bedah saraf segera, Dokter bedah yang lain juga sedang operasi darurat dan anda satu satunya yang tersisa"

Jantung Kamila berdegup kencang. Bedah saraf? Itu bukan spessialisnya tetapi ia sudah menghabiskan banyak waktu untuk mempelajarinya lalu pada akhirnya ini menjadi ujian terbesar yang pernah ia hadapi.

"Siapkan ruang operasi segera informasikan tim bedah dan anestesi" perintah Kamila dengan suara tegas.

Dalam waktu 30 menit Kamila sudah berdiri didepan meja operasi. Konsentrasi ekstrim yang selalu ia cari kini datang dengan taruhan nyawa. Selama tiga jam dibawah lampu bedah ia berjuang dengan tenang. Saat jahitan terakhir dipasangnKamila merasakan kelegaan yang singkat.

Ya, Kamila berhasil

Belum sempat ia berbalik untuk membersihkan diri kepala perawat menyodorkan catatan medis pasien. Matanya terpaku pada nama itu, dan seketika darahnya serasa membeku.

Nama Pasien: Bayu Wibisono

Putra tunggal keluarga wibisono, calon tunangannya. Ia baru saja menyelamatkan nyawa pria yang harus ia tolak minggu depan dengan terpaksa mengubah rencananya dari menolak perjodohan menjadi ikatan hutang budi yang tidak bisa dihindari, tentu saja Ayahnya tidak akan pernah membiarkan kamila menyia-nyiakan kartu As ini.


Note: sebagian besar cover dan gambar didalam cerita menggunakan AI & pinterest 

Publish: 17/10/2025
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar TIGA TAKDIR à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#53tekanan
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
I'm Not Just a Figuran, de izza21_b
60 capítulos Em andamento
Citra Angraini adalah seorang gadis remaja yang akhirnya meregang nyawa di usia muda. Sedari kecil Citra sudah harus bolak-balik ke rumah sakit karena penyakit yang dideritanya semenjak lahir, Citra sangat suka membaca, terutama novel. Namun siapa yang menyangka Citra yang gemar membaca novel berakhir menjadi salah satu tokoh figuran bernama Sherlyn pada sebuah novel yang terakhir kali dia baca sebelum kematiannya di dunia nyata. Mengetahui tokoh Sherlyn yang akhirnya meninggal pada pertengahan novel berhasil membuat Citra sangat terpukul hingga dia membulatkan tekadnya untuk mengubah nasib Sherlyn melalui perubahan-perubahan kecil yang akan Citra lakukan. ---><--- "Pada novel Sherlyn menolak pertunangan ini, apa yang akan terjadi jika aku melakukan yang sebaliknya?" "Aku harus melakukan perubahan agar nasib Sherlyn juga berubah." "Yang benar saja, di dunia sana Aku baru saja mati, aku tidak mau mengikuti alur cerita ini dan akhirnya aku akan mati pada pertengahan novel." "Siapa yang perduli dengan novel ini, Aku sudah pernah mati sekali dan aku lebih menyayangi hidupku dari apapun." "Sesekali menjadi egois tidaklah terlalu buruk bukan. Maaf Davin aku akan memanfaatkanmu sekali ini aja." . . "Sherlyn ikut gimana baiknya aja." Setelah terdiam selama beberapa saat Sherlyn akhirnya menyetujui usulan pertunangan tersebut. Bagaimana kelanjutan kehidupan Citra di dunia novel? Bagi yang penasaran mampir aja oke . . Rank #🥇 fiance #🥇 fyp #🥇 mostwanted #🥇 teen #🥇 bucin #🥇 geng #🥇 iceboy #🥇 isekai #🥇 figuran #🥇 tenfiction #🥇 sekolah #🥇 fiksipenggemar #🥇 antagonis #🥇 tunangan #🥇 school #🥇 fiksi #🥇 sahabat #🥇 fiksiremaja #🥇 protagonis #🥈 cuek #🥈 baper #🥈 romantis #4 fantasi #5 transmigrasi #10 romance Start : 10/8/25 End : -
Forever mine, de AuroraSecretum
58 capítulos Em andamento
Prolog "Gila, sadis banget si Xavier." "Aluna juga tolol banget-udah tahu Canva nggak suka sama dia, masih juga ngejar-ngejar." Zena menatap layar ponselnya dengan ekspresi campur aduk: marah, jijik, dan frustrasi. Baru saja dia menamatkan novel Forever Mine, dan akhir ceritanya benar-benar bikin naik darah. "Udah gitu, Aluna matinya tragis banget. Disiksa di ruang rahasia Xavier cuma karena dia berani bully Sofia? Gila, nih cowok psikopat." Zena mematikan layar. Melempar ponsel ke kasur. "Udah ah, mending gue tidur aja. Capek." Tapi dia tak tahu, malam itu bukan malam biasa. Saat membuka mata, semuanya berubah. Lampu putih. Aroma antiseptik. Dingin. Seseorang menggenggam tangannya. "Aluna sayang... akhirnya kamu sadar juga," ucap seorang wanita lembut, penuh haru. Zena terdiam. Matanya mengerjap bingung. "Maaf, Tante... siapa Aluna? Nama saya Zena." Wajah wanita itu langsung pucat. "Luna, kamu jangan bercanda. Mama panggil dokter dulu ya, sayang..." Zena mematung. Jantungnya mulai berpacu tak karuan. Luna? Aluna... Atmajaya? "Nggak... ini nggak mungkin." Beberapa jam kemudian, dua cewek datang menjenguknya. "Luna, gue yakin ini ulah Xavier!" "Lo baru aja nyiram bakso ke Sofia kemarin, kan?" ucap Rebecca panik. Zena hanya bisa diam. Matanya kosong. "Sial... gue masuk ke dunia Forever Mine." "Dan lebih parahnya... gue jadi Aluna. Cewek antagonis yang bakal mati mengenaskan di tangan Xavier ." Tapi cerita tak berhenti di sana. Karena dalam dunia ini, satu perubahan kecil bisa mengubah takdir. Dan siapa sangka... Alih-alih ingin membunuh, Xavier justru mulai terobsesi... Pada Aluna yang kini bukan lagi Aluna duluh.
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
The Time cover
RETAK: Sisi Lain Galen cover
Leonard cover
I'm Not Just a Figuran cover
Back to Begin Again cover
ATLANTIS 2: PANGLIMA cover
RADEN cover
REVISION  cover
ENVELOVE cover
Forever mine cover

The Time

38 capítulos Em andamento

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.