6 parts Ongoing "Menikah di usia 16? Hah, ini bukan sinetron azab, kan?"
Anabelia Moureen tak pernah membayangkan hidupnya bakal berakhir di ... eh, maksudnya dimulai di pelaminan bersama Angkara-cowok galak, ketus, dan sekeras batu bata. Ia si polos yang masih mikirin jajanan pasar, sementara Angkara? Ternyata sudah punya pacar di sekolah!
"Jadi, aku ini istri di KTP doang?"
"Kamu sih anggap aku batu bata, tapi batako juga bisa ambruk kalau terus-terusan dihantam."
Di sekolah, mereka berpura-pura tak saling kenal. Tapi di rumah? Perang dunia ketiga lebih damai dibanding adu mulut mereka. Dari pertengkaran receh soal odol yang dipencet sembarangan, hingga rebutan siapa yang cuci piring, pernikahan mereka lebih mirip sitcom absurd daripada romansa manis.
Namun, semakin lama, Anabelia mulai sadar-di balik sikap dingin Angkara, ada seseorang yang diam-diam memperhatikannya. Dan Angkara sendiri? Mungkin, hatinya tak sekeras yang ia kira.
"Cinta itu datangnya tiba-tiba, kayak kucing nyelonong masuk rumah. Niatnya ngusir, eh malah jadi peliharaan."
Sebuah kisah tentang perjodohan tak terduga, pertengkaran yang tak ada habisnya, dan perasaan yang perlahan tumbuh di antara dua hati yang (awalnya) enggan.
***
Tenang, nggak bakal ada konflik yang berat kok. Cerita ini dipenuhi oleh komedi dan humor!