Satu Cinta, Dua Keyakinan

Satu Cinta, Dua Keyakinan

  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 28, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Aksa Damian Axelle dan Kintania Zela Kumalasari dipertemukan oleh takdir dalam kesederhanaan sebuah acara sekolah. Damian, pemuda tampan yang tenang dan idealis, menemukan ketertarikan pada Zela, gadis lembut, cerdas, dan teguh pada keyakinannya. Perbedaan yang awalnya terasa asing justru menjadi ruang tempat rasa itu tumbuh perlahan, jujur, dan penuh harap. Namun cinta mereka bukanlah kisah yang mudah. Ada doa-doa yang terucap pada langit yang sama, tetapi dengan cara yang berbeda. Damian bersujud di gereja, sementara Zela menunduk di atas sajadah, keduanya memohon pada Tuhan yang satu, dalam nama yang tak serupa. Di antara rasa dan iman, antara keinginan dan keharusan, cinta mereka menjadi perjalanan sunyi yang menguji keberanian dan keikhlasan. Pada akhirnya, mereka dihadapkan pada pertanyaan yang sama: Apakah cinta cukup kuat untuk menjembatani perbedaan, atau iman harus selalu menjadi jawaban yang didahulukan? haruskah cinta diperjuangkan meski iman menjadi batasnya, ataukah melepaskan adalah bentuk cinta yang paling tulus?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines