11 parts Ongoing Di hidup Senara Divanti, segala hal datang dengan suara:
dentingan cangkir kopi, komentar ceplas-ceplos yang sering meleset sasaran, dan pikiran yang bergerak lebih cepat daripada bibirnya sempat berhenti. Ia bukan masalah buat siapa pun... sampai seorang pria bernama Adrian Mahendra tiba-tiba menjadi pengecualian.
Adrian selalu berjalan seperti ada garis tak terlihat yang harus tetap lurus.
Pengacara muda yang hidupnya disusun rapi: kata-kata presisi, keputusan logis, dan batas-batas yang tidak boleh disentuh. Ia terbiasa menghadapi saksi keras kepala, klien penuh drama, bahkan sidang yang tegang-tapi tidak pernah menghadapi makhluk bernama Senara.
Pertemuan pertama mereka bukan sesuatu yang istimewa. Tidak ada musik dramatis, tidak ada tatapan lama yang berlebihan. Yang ada hanya Senara yang ngomong keburu duluan, dan Adrian yang membalas dengan kalimat pendek yang membuat Senara merasa seperti baru saja kalah debat sepihak.
Dan entah bagaimana... itu baru permulaan.
Di antara meja kopi, argumen kecil yang konyol tapi nagih, serta perhatian-perhatian kecil yang Adrian berikan tanpa sadar, hidup mereka perlahan saling menggeser. Bukan dengan kehebohan, tapi dengan cara yang justru lebih berbahaya: perlahan, konsisten, dan sulit berhenti.
Namun ketika masa lalu Adrian mulai mengetuk pintu dan pilihan Senara kembali mengguncang hidupnya, mereka dipaksa melihat satu hal yang sama-sama mereka hindari:
Cinta tidak selalu datang dari kata yang paling benar-
kadang, ia lahir dari dua orang yang sama-sama berantakan tapi tetap memilih untuk bertahan.