Paralel
  • WpView
    Reads 318
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 19, 2025
[O N G O I N G] [FANFICTION] Paralel. Kalian tahu tentang paralel? Pastinya kalian pernah mendengar lampu paralel atau dunia paralel, bukan? Apa jadinya jika sebuah keinginan terwujud dengan cara yang tidak pernah kalian bayangkan sama sekali? Harsa, seorang remaja yang duduk di bangku SMA kelas 12 mempunyai sebuah keinginan kecil yang menurutnya mustahil untuk tercapai. Walau begitu, ia tetap berusaha ingin mewujudkan keinginannya dengan caranya sendiri. Jika kebanyakan anak di luar sana sibuk bermain dan menikmati masa-masa sekolah yang tak terasa, berbeda dengan Harsa. Sejak duduk dibangku SMP, kehidupannya terasa lebih berat dari pada kehidupan masa kecilnya yang mendorongnya untuk bertekad dan bekerja keras demi masa depan dan keluarga. "Aku nggak pernah minta lahirkan di keluarga yang terlihat bahagia diluar, tapi nyatanya hancur di dalam. Sekali pun kehidupan itu jauh lebih baik dengan ekonomi yang tercukupi, Harsa lebih memilih untuk hidup dengan ekonomi yang sulit, tetapi punya kebahagiaan yang sesungguhnya." . . . . . Halilintar as Harsa Taufan as Taraya Gempa as Gemadja Blaze as Baraleo Ice as Icelio Duri as Daevian Solar as Sorata written by Arreyna karakter by Animonsta WARNING ⚠️ •Banyak kekerasan •Banyak kata-kata kasar •Ambil pelajaran yang baik
All Rights Reserved
#340
twins
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines