Janji. Satu kata yang menyimpan beribu luka bagi Zura. Kata janji sudah sangat sering terdengar di telinganya, tapi setiap kali janji itu diucapkan, rasanya seperti tikaman kecil yang menusuk hatinya. Keluarga, teman, bahkan dirinya sendiri sering kali mengucapkan kata janji, tapi semua itu hanya kosong. Tak memiliki isi, hanya kata-kata kosong yang tidak berarti.
"Stop bikin janji kalau ujung-ujungnya enggak bisa ditepati!"
Zura merasa seperti berteriak dalam hati, mencoba melepaskan semua rasa kecewa dan sakit yang telah ia simpan. Janji, janji itu seharusnya ditepati, bukan? Tapi bagaimana jika orang terdekat bahkan diri sendiri tidak menepati janji yang sudah diucapkan? Zura merasa seperti terjebak dalam lingkaran yang tidak berujung, terus dikecewakan oleh janji-janji kosong yang tidak pernah ditepati.
All Rights Reserved