Pantulan di Ujung Senja

Pantulan di Ujung Senja

  • WpView
    Membaca 44
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 18
WpMetadataReadDewasaLengkap Kam, Des 4, 2025
Tiga tahun setelah kecelakaan yang mengubah segalanya, Arka Wiranata mencoba menulis naskah terakhirnya kisah tentang cinta, luka, dan penyesalan. Tapi setiap kata yang ia tulis seperti menghidupkan kembali masa lalu yang tak seharusnya kembali. Lia, kekasih yang telah lama pergi, mulai muncul di tempat-tempat yang tak masuk akal. Raka, sahabat yang seharusnya telah tiada, kembali berbicara kepadanya. Dan Naya, perempuan misterius yang baru ia kenal, tahu rahasia yang bahkan Arka sendiri telah lupakan. Ketika satu demi satu batas antara nyata dan khayal mulai runtuh, Arka perlahan dihadapkan pada kebenaran yang mengguncangkan jiwanya, ia sudah mati sejak tahun 2022. Dunia yang selama ini ia tempati hanyalah rekonstruksi terakhir otaknya, pantulan dari cinta, rasa bersalah, dan ketakutan yang belum selesai. Namun semakin ia menyadari kebenaran itu, semakin kuat pula hasratnya untuk bertahan bukan demi hidup, tapi demi Lia, satu-satunya alasan ia ingin percaya bahwa cinta bisa menembus kematian. Antara cinta yang memulihkan dan kenyataan yang menghancurkan, Arka harus memilih apakah ia akan berpegang pada kebohongan yang indah, atau menerima kebenaran pahit yang akan menghapus segalanya termasuk dirinya sendiri. "Kau tidak hidup lagi, Arka. Dunia ini hanya sisa-sisa dirimu yang belum rela pergi."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Define the Relationship
  • Almost Married (On Going)
  • Kembang Desa
  • NINGRUM
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • EKSKALASI
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan