Saksi Tanpa Mata

Saksi Tanpa Mata

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 5, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
Tujuh belas mayat, tujuh belas pesan.. dan satu kebenaran yang tak boleh terungkap. di tahun 2347, dunia yang dikendalikan oleh kecerdasan buatan bernama Eirene yang mengatur setiap nafas manusia. Namun seketika ketenangan itu hancur karena serangkaian pembunuhan brutal yang mengguncangkan kota Kauzar. setiap korban ditemukan tanpa bola mata kanan, tanpa jempol kiri dan di dadanya terukir sebuah kode yang aneh. kasus ini diserahkan kepada tiga orang jenius yang paling berpengaruh di sana. Rion, seorang detektif yang juga menjabat sebagai mata-mata negara. Lyra, dokter Bedah jenius yang sering di panggil dewi kehidupan. Arven, seorang programmer yang bisa meretas sistem sekaligus memanipulasi lawannya. mereka bertiga ditugaskan dan disuruh bersumpah akan menemukan siapa pelakunya. tapi semakin dalam mereka menyelidiki semakin banyak rahasia yang menatap balik. dan di akhir jalan, mereka menyadari, pembunuh itu adalah seseorang yang telah mereka lihat tiap harinya.
All Rights Reserved
#62
investigation
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • Defiant [END]
  • SHEA SANG FIGURAN
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Hello, Mr. Mafia!
  • My Perfect Model ( Republish )
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Shadow in the Lab
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines