Mereka bertemu di tempat yang seharusnya biasa, kampus, hujan, dan percakapan yang tak penting.
Tapi sejak hari itu, Nad mulai merasa... ada sesuatu yang selalu mengikuti langkahnya.
Abi, pria tenang dengan senyum samar dan mata yang seolah menyimpan banyak hal.
Ia muncul di waktu yang tepat, seakan tahu setiap gerak Nad.
Hingga satu malam, di ruang rapat yang sepi, Nad menemukan simbol aneh di papan tulis dan tulisan yang seharusnya tak ada.
"Dia sudah menemukanmu."
Dari situ segalanya berubah.
Antara cinta yang tumbuh dalam diam dan masa lalu yang menuntut jawaban, Nad terperangkap dalam permainan yang bahkan tak ia sadari sedang dimulai.
Dan kadang, yang paling menakutkan bukanlah bayangan yang kau lihat, tapi yang diam, menatapmu dari dalam senyap.
Arunika Sandyakala, gadis 22 tahun yang tengah menikmati healingnya di Italia, tepatnya di kota Roma, harus bernasib sial karena tiba-tiba diculik oleh beberapa pria berbadan besar dan di sekap di ruang bawah tanah.
Dia mengumpati nasib sial yang menimpanya. Kenapa harus berakhir sial menjadi tawanan salah tangkap?
Bukannya takut hidupnya berakhir begitu saja di hadapan pria yang menjadi ketua Mafia terbesar di daratan Eropa itu, Arunika malah mengumpati pria pertengahan 30 tahun itu sejadi-jadinya.
Matteo, pemimpin Mafia terkenal di daratan Eropa itu cukup takjub dengan gadis yang mengaku korban salah tangkap oleh bawahannya.
Dia cukup takjub dengan keberanian Arunika yang meludahinya sembari mengumpat dengan suara melengking khas gadis itu, membuat telinganya pengang selama beberapa detik.
"Kau salah tangkap bajingan! Lagi pula untuk apa aku menjadi mata-mata Mafia mu? Not my style sekali, tuan!"
•••
This is my first story, don't plagiaze it!