Suami Pilihan Keluarga

Suami Pilihan Keluarga

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 16, 2026
Di malam hari ada seorang wanita berpakaian biasa dengan menggunakan high heels, wanita itu memasuki hotel " permisi kamar 113 berada di lantai mana ". tanya wanita itu. " ada di lantai 4". wanita itu berjalan menuju lift dan memencet lantai 4. wanita itu sudah di depan kamar 113 dengan pelan-pelan membuka pintu. dengan langkah besar memasuki kamar dan menemukan seorang pria dan wanita sedang berhubungan badan. " bajingan, sebenarnya aku sudah lama mengetahui perselingkuhan mu tapi aku diam saja karena aku yakin kamu akan berubah teryata kamu tidak berubah" ucap wanita itu keristal putri Hartanto harus memikirkan cara agar tidak di jodohkan dengan Kelvin nanderan anak teman papanya, apakah berhasil keristal membatalkan perjodohan itu atau... ayo mampir ( maaf kalo kata atau penyebutannya agak aneh dan kurang cocok soalnya baru pertama kali buat novel ) disclaimer ini adalah hasil kegabutan aja
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • Chasing Sanara
  • Almost Married (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!
  • The Villain's Mother

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines