#menolimbook1 "Lo yakin bisa tetep waras harus satu event dan nongkrong satu meja sama mantan tiap hari tanpa baper?" Bagi Kalana Senjanafea, melupakan Ravindra Radengga harusnya jadi perkara mudah. Ia sudah bersumpah untuk menutup rapat-rapat buku masa lalunya. Di matanya, sang mantan hanyalah sejarah kelam: fotografer kampus yang egois, terlalu sibuk dengan proyek kameranya, dan red flag berjalan yang gengsinya setinggi langit. Masalahnya, semesta rupanya punya selera humor yang buruk. Keduanya terjebak dalam pusaran kepanitiaan dan lingkaran pertemanan yang sama: Meja Nomor Lima. Menghindari Ravindra di lingkungan kampus adalah kemustahilan saat mereka nyaris bertemu setiap hari. Di permukaan, Ravindra memasang wajah sedingin es, bertingkah seolah mereka tak pernah punya masa lalu. Namun di balik sikap ketusnya, laki-laki itu hafal di luar kepala untuk menyingkirkan asbak rokok dari meja Kalana, menyodorkan Iced Lychee Tea saat Kalana pusing mengurus event, dan jelas-jelas mengetatkan rahang ketika Juno-sahabat mereka yang merupakan manifestasi nyata dari cowok green flag-mulai berani menawarkan kenyamanan yang dulu tidak bisa Ravindra berikan. Ketika persaingan memanas, kepanikan tugas akhir mengintai, dan ego perlahan runtuh, Ravindra diam-diam berusaha membuktikan bahwa ia bukan lagi laki-laki brengsek di masa lalu. Kini, satu pertanyaan besar mengintai Kalana: Apakah ia akan menambatkan hatinya pada ruang baru yang serba aman bersama Juno? Atau ia bersedia kembali bertaruh pada Ravindra, si keras kepala yang-katanya-sudah berubah dan rela menelan habis egonya? Desember 2025
Más detalles