transmigrasi

transmigrasi

  • WpView
    Membaca 37
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Des 21, 2025
Bulan mulai menampakan dirinya, sayup-sayup matahari mulai tak terlihat dari pandanganya. Sekilas batu meteor mulai berjatuhan, menambahkan detail detail angkasa yang semakin terlihat jelas, kilauan bintang bagaikan melukis di sebuah kanvas. Ini perjalanan devan, seseorang yang tidak begitu percaya bahwa dirinya telah kembali lagi, sebelum 15 tahun kedepan, waktu mulai ber munduran, dirinya yang dulu berada tepat di 2025, sekarang ia berada tepat di 2010. Sebenarnya apa yang terjadi pada dirinya, sinyal apa yang bisa menghubungkan dia dengan sosok yang berada di tubuhnya. Jam jam mulai bermuduran, tahun-tahun mengulang masanya, bahkan orbit kembali pada masanya dengan sangat cepatnya, hanya beberapa detik ia bisa berada di tubuhnya, tak tau bagaimana proses ini bisa terjadi, jadi intinya pada masanya ia di bawa ke rumah sakit, pas dengan waktu ia meninggal komet berjatuhan tepat mengenai dirinya, mungkin karena itulah ia bisa terpental jauh berada di tahun lalu ini. Yang menjadi pertanyaan, apakah keluarganya baik-baik saja, atau bahkan ikut terpental ditahun sekarang, seandainya waktu bisa mengulang kembali, ia tak akan menyia-nyiakan kehidupan lalunya, seandainya kejadian itu ia bisa tau, sebaiknya ia membawa keluarga tersayangnya jauh dari tempat komet itu jatuh. Apa bahkan mungkin devan yang berada di rumah sakit masih bisa tersadar, kalau komet yang berjatuhan itu, salah satunya mengenai tepat di badanya. Devan yang sedari tadi melamun di balkon, ia menyadari bahwa hidup sebuah keberuntungan, orang yang saat ini terjebak di dalam dunianya sendiri, itu hanyalah orang yang kurang beruntung, ia hanya tidak bisa memanfaatkan waktu hidupnya dari awal. Sama seperti dirinya, terus-menerus menyalahkan dirinya sampai-sampai ia tak sempat berfikir apa yang harus ia lakukan untuk memperbaiki kesalahannya. 𝐌𝐚𝐮 𝐭𝐚𝐮 𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚?... 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐛𝐚𝐜𝐚
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#602
devan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan