Selama tiga tahun, Axel memberikan hatinya pada seseorang yang belum pernah ia temui. "Purple" hanyalah nama tanpa wajah, suara tanpa rupa. Namun, hanya dia yang selalu mengerti Axel. Bersamanya, Axel belajar percaya. Belajar membuka diri. Belajar menunggu. Ia bahkan mengabaikan setiap perempuan yang mencoba mendekat, menjaga perasaan yang ia yakin nyata. Sampai hari ketika Purple meminta bertemu. Dan sosok yang menunggunya di ruang ganti... adalah Rafael. Rivalnya... Seorang laki-laki. Dalam satu detik, dunia Axel runtuh. Semua kenyamanan berubah menjadi penghinaan, pengkhianatan, dan luka yang mengguncang cara ia memandang dirinya sendiri. Rafael tak pernah berniat menghancurkannya. Ia hanya ingin dilihat. Meski harus dibenci karena menjadi dirinya yang sebenarnya. Tapi tidak semua kebenaran membebaskan. Beberapa kebenaran justru memulai perang. Dan sejak saat itu, yang tersisa di hati Axel hanyalah... kemarahan.
Más detalles