Sampaikan Rindu Pada Samudra

Sampaikan Rindu Pada Samudra

  • WpView
    LECTURAS 117
  • WpVote
    Votos 77
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, may 12, 2026
Ternyata setiap pertemuan pasti ada perpisahan, dan ada orang yang menanti kita untuk segera sembuh dari luka yang lalu. Setelah kepergian seseorang bernama Samudra senyuman Starla tak pernah lagi seterang bintang, kini redup terrendam duka. Rasanya juga tak mungkin untuk melanjutkan hidup tanpa perduli apa yang terjadi. Jika takdir dapat berbisik lebih awal, mungkin isi hati akan tercurah lebih deras. Kadang kepergian seseorang membuat kita terpaku pada masa lalu, tapi waktu tidak akan menunggu selama itu sebaliknya ia malah akan berjalan lebih cepat dari yang kita duga, membiarkan kita terlindas roda kehidupan yang terus berputar. Percayalah pasti ada orang lain yang siap menarik bahkan memeluk sampai kita aman dari badai duka. Akankah orang itu sungguh datang dalam hidup Starla?
Todos los derechos reservados
#99
afterlife
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Be My Wife
  • The Dateline [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • MINE, NO ONE ELSE (END)
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Silent Traces by the Sea
  • Revenge Marriage (SELESAI)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido