Story cover for keluarga Shen by LorenzaDestanti
keluarga Shen
  • WpView
    Reads 228
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 228
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Oct 18, 2025
Gao Tu anak yg malang, saat dia masih kecil. orang tua kandung nya telah membuang Gao Tu ke panti. tetapi Gao Tu tidak menyerah, dia sering bekerja paruh waktu sambil bersekolah. dia menjalani hidup yg begitu pait, sehingga....... 
Keluarga Shen yg tidak sengaja ke panti dan melihat Gao Tu pun, ingin memiliki putra bungsu imut dan lucu seperti Gao Tu. berakhir Gao Tu diangkat menjadi anak dari keluarga Shen, tetapi.... para kakak angkat Gao Tu tidak menyukai Gao Tu. 
apakah Gao Tu bisa meluluhkan hati para kakak angkatnya??? apakah para kakak angkat Gao Tu akan luluh terhadap Gao Tu lucu dan imut ini?? 






ikuti cerita selanjutnya! 😘


bukan BL!! ini BROTHERSHIP!!
All Rights Reserved
Sign up to add keluarga Shen to your library and receive updates
or
#6bungsukesayangan
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Empat Masalah, Satu Kamar cover
Yuanfen cover
Abang Masih Waras ( Katanya) cover
The Silent Duchess | MarkHyuck cover
siapa yang harus ku pilih? (Uppoom)  cover
kucing manja wenlang{END} cover
Rebirth of Desire cover
KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL) cover
My Best Brother  cover
JEEVANA cover

Empat Masalah, Satu Kamar

56 parts Ongoing

" Empat remaja laki-laki dengan kepribadian yang sama sekali berbeda dipaksa tinggal bersama dalam satu asrama. Mereka sama-sama populer di sekolah, dikenal sebagai sosok yang sulit didekati, dan masing-masing memiliki ego yang tinggi-songong, cuek, keras kepala, bahkan merasa diri paling benar. Sayangnya, status sebagai 'pujaan sekolah' tidak membuat hidup mereka jadi mudah. Justru di balik popularitas itu, mereka harus menghadapi kenyataan: satu kamar, satu atap, dan keseharian penuh benturan kecil yang tak ada habisnya. Kini, keempatnya harus beradaptasi dengan kehidupan di sekolah baru sekaligus mencoba bertahan dalam asrama yang terasa menyesakkan. Pertanyaannya, mampukah mereka menjalani hari-hari dengan tenang... atau justru asrama ini akan menjadi medan perang ego yang tak berujung?"