JUST HER

JUST HER

  • WpView
    Reads 4,633
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 27, 2026
"I don't like my man laughing with another girl." "And I don't like it when another man breathes the same air as you." Pernahkah kalian merasakan betapa bisingnya kesunyian saat kalian berada di tengah keramaian? Pernahkah kalian merasakan kala tak satu pun telinga bersedia mendengar suara kalian yang sudah terlalu lama menahan tangis sendirian? Pernahkah kalian merasakan rasanya menjadi benda mati yang hanya dipandang sebagai objek pelampiasan? Pernahkah kalian merasa asing dalam tubuh sendiri setelah mereka merenggut cara kalian mencintai diri sendiri hingga yang tersisa hanyalah benci? Pernahkah kalian merasakan menjadi tempat orang-orang membuang sampah emosi mereka hingga kalian perlahan lupa bagaimana rasanya menjadi manusia yang berharga? Pernahkah kalian merasakan betapa melelahkannya harus terus merunduk agar badai hinaan itu tidak menghantam tepat di wajah kalian lagi? Apakah kalian pernah terbangun di pagi hari dengan dada yang begitu sesak, hanya untuk menyadari bahwa dunia di luar sana bukanlah tempat yang aman? Apakah kalian pernah sampai pada titik di mana rasa sakit fisik tidak lagi terasa? Apakah kalian pernah sampai pada titik merasa kembali dipaksa menelan pil pahit bernama penghinaan demi bertahan hidup satu hari lagi? Apakah kalian pernah sampai pada titik di mana kalian bertanya-tanya, apakah kesalahan terbesar dalam hidup ini adalah sekadar menjadi diri sendiri?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pernah Muda
  • Broken Pieces ( END )
  • Rainy's Disaster
  • Lavender
  • Perfect Stranger: Wedding Agreement - S2
  • • Meant To Be •
  • Live Together With Or Without Love?
  • Reluctant Bride
  • Mr. Perfectly Fine [END]
  • 47 Days

Feby masih polos. Rafka pura-pura polos. Barra ingin tetap polos. Andini menolak polos. Dirga ... absurd. Semua pernah menjadi muda. Lagu BCL, check! "Saatnya kau dan aku sekarang~~~"

More details
WpActionLinkContent Guidelines