We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
CHAINS OF FLAMES [END]✓

CHAINS OF FLAMES [END]✓

  • WpView
    Reads 302
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Tue, Oct 21, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Dua dunia yang berbeda-satu dipenuhi kilau lampu kota dan jas mahal, satu lagi dilingkari suara mesin dan jalanan penuh darah. Mereka dijodohkan untuk menyatukan dua kerajaan bisnis besar. Namun cinta tidak lahir dari kontrak... apalagi kalau dua hati itu sama-sama keras kepala. Renan Rexander Dirgantara - CEO muda berhati dingin di siang hari, ketua geng motor Black Venom di malam hari. Dia terbiasa memimpin, memerintah, dan menguasai. Dunia tunduk padanya - sampai gadis itu datang. Keisya Zyrensha Illse Gracellyn - anggun, kalem, dan punya cara bicara selembut sutra, tapi di balik senyum manisnya tersembunyi keberanian yang membuat banyak orang tak berani mendekat terlalu dekat. Mereka dijodohkan. Tanpa cinta. Renan membenci ide itu. Keisya pun sama. Namun ketika dua keluarga besar bersatu untuk menyelamatkan kekaisaran bisnis masing-masing, tak ada pilihan selain menikah.
All Rights Reserved
#25
angstwithhappyending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Círculo del Destino
  • ONESHOOT 21+
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Silent Traces by the Sea [Usai/Hiatus]
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Clause of Us

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines