Keadilan adalah kemewahan yang tidak bisa dibeli oleh Ben, seorang mantan intelijen, dan istrinya, Yumi, seorang dokter. Keduanya hancur setelah putra tunggal mereka tewas dalam tabrak lari, sementara pelakunya-anak pejabat tinggi-tetap kebal hukum.
Saat dendam menggerogoti mereka, sebuah tawaran datang dari sosok bayangan misterius yang hanya dikenal sebagai "Mr. X". Tawaran itu sederhana: sebuah daftar target. "The Hit List".
Isinya adalah nama-nama politisi korup, pejabat busuk, dan parasit negara yang selama ini bersembunyi di balik kekuasaan. Misinya: mengeksekusi mereka satu per satu.
Ben, yang mendambakan pembalasan, setuju dan ditunjuk memimpin sebuah tim rahasia. Ia menarik Yumi, mengubah sumpahnya dari penyembuh menjadi bagian dari mesin pembunuh.
Untuk melengkapi tim, Ben merekrut Sandy, seorang sniper mematikan mantan militer yang menyimpan dendam pribadi pada aparat; Zack, kekasih Sandy, seorang petarung ahli yang motivasi utamanya adalah melindungi wanitanya; dan Karo, seorang hacker oportunis yang kesetiaannya hanya bisa dibeli dengan uang.
Bergerak di luar hukum namun dilindungi oleh oknum dari dalam, tim ini beroperasi sebagai hantu, menebar teror di kalangan elite korup. Mereka adalah hakim, juri, dan eksekutor.
Namun, seiring bertambahnya jumlah mayat, tim ini mulai terpecah. Ben, satu-satunya yang pernah berinteraksi dengan Mr. X, mulai mempertanyakan siapa sebenarnya dalang di balik misi "pembersihan" ini. Mereka mungkin alat balas dendam, tapi mereka tidak sadar sedang digunakan untuk permainan yang jauh lebih besar dan lebih berbahaya.
Arunika Sandyakala, gadis 22 tahun yang tengah menikmati healingnya di Italia, tepatnya di kota Roma, harus bernasib sial karena tiba-tiba diculik oleh beberapa pria berbadan besar dan di sekap di ruang bawah tanah.
Dia mengumpati nasib sial yang menimpanya. Kenapa harus berakhir sial menjadi tawanan salah tangkap?
Bukannya takut hidupnya berakhir begitu saja di hadapan pria yang menjadi ketua Mafia terbesar di daratan Eropa itu, Arunika malah mengumpati pria pertengahan 30 tahun itu sejadi-jadinya.
Matteo, pemimpin Mafia terkenal di daratan Eropa itu cukup takjub dengan gadis yang mengaku korban salah tangkap oleh bawahannya.
Dia cukup takjub dengan keberanian Arunika yang meludahinya sembari mengumpat dengan suara melengking khas gadis itu, membuat telinganya pengang selama beberapa detik.
"Kau salah tangkap bajingan! Lagi pula untuk apa aku menjadi mata-mata Mafia mu? Not my style sekali, tuan!"
•••
This is my first story, don't plagiaze it!