Rhythm Of Us | NUTHONG

Rhythm Of Us | NUTHONG

  • WpView
    Reads 9,260
  • WpVote
    Votes 619
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 1, 2026
Sore itu harusnya biasa saja-Hazel baru selesai latihan band bersama Tui, Lego, Michelle, dan Aileenei. Dengan gitar listrik di tangan dan lembaran partitur di pelukan, ia berjalan menuju mobil sambil menikmati sisa senja. Tapi di saat yang sama, dari arah berlawanan, Nasher-bintang basket sekolah-baru saja keluar dari lapangan dengan bola di tangan dan keringat di pelipis. Dunia mereka seharusnya tidak berpotongan. Tapi satu langkah ceroboh mengubah segalanya. Sebuah tabrakan kecil, tumpukan kertas beterbangan, dan sepasang mata yang bertemu di antara warna oranye langit sore-itu awal dari sesuatu yang tak mereka rencanakan. Hazel, si gitaris dingin dengan senyum samar, dan Nasher, si pemain basket penuh energi, sama-sama tidak tahu kalau "tabrakan" itu akan jadi awal dari cerita yang jauh lebih berisik daripada sekadar suara band atau bola memantul. Mungkin, kadang dunia memang sengaja bikin orang nabrak di waktu yang paling tidak terduga-supaya mereka akhirnya melihat satu sama lain.
All Rights Reserved
#67
lykn
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines