Di Antara Aku dan Bayangmu

Di Antara Aku dan Bayangmu

  • WpView
    Reads 294
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 10, 2025
Ada masa ketika aku percaya bahwa kehilangan adalah akhir dari segalanya. Namun perlahan aku mengerti, kehilangan hanyalah gerbang menuju versi diriku yang lebih memahami arti pulang. Di Antara Aku dan Bayangmu lahir dari serpihan-serpihan waktu dari pertemuan yang hangat, perpisahan yang dingin, serta keheningan yang diam-diam mengajarkan keberanian. Setiap bab nya menelusuri perjalanan jatuh, mencari, lalu menemukan. Tentang seseorang yang pernah menjadi rumah, tentang luka yang pelan-pelan membias menjadi cahaya, dan tentang diriku yang akhirnya paham bahwa tidak semua yang pergi harus dibenci, dan tidak semua yang tinggal harus dimiliki. Di tiap kata, masih ada sisa perasaan yang pernah tumbuh. Namun kini, aku menuliskannya bukan untuk kembali pada luka, melainkan untuk mengucapkan terima kasih kepada masa lalu yang sempat singgah, dan kepada diriku sendiri yang memilih untuk tetap bertahan. - Jan, 31
All Rights Reserved
#14
fiktifremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines