DI BALIK SEKOLAH MENGINAP

DI BALIK SEKOLAH MENGINAP

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Apr 30, 2026
Semua terjadi saat di suatu ruangan terlihat seorang gadis berusia enam belas tahun sedang di kerumuni oleh banyak orang sambil memegang badanya nya karna gadis itu mengamuk ,dan salah satu seorang lelaki membacakan sebuah isarat sekolah menginap adalah tempat dimana kita di latih sebagai se orang emimpin, kita belajar menjadi anak yang mandiri dan tidak manja kisah Ini terjadi pada gadis bernama gracia Shania dia adalah gadis beusia 16 tahun gracia mengawali hidup baru nya di sekolah menengah atas tapi sekolah itu khusus sekolah sambil menginap dan tidak di perboleh kan pulang kecuali hari hari tertentu ,gracia datang seorang diri sambil membawa banyak barang bawaan tas dan sebagai nya ,gracia turun dari sebuah mobil dan berjalan menuju sebuah lapanngan yang luas terlihat banyak sekali kerumunan orang tua yang mengantar anak anak nya dan sedidik demi sedikit lapangan di padati oleh oleh siswa dan orang tua siswa garacia berbaris sesuai dengan kelompok yang di tentukan sebelum nya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dendam Kenanga
  • Penabur Malam
  • Di antara kabut & kamu. [SEGERA TERBIT]
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 3
  • LARUNG SUKMA || BL
  • DESA PININGIT
  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • PALASIK MAYIK (PALASIK MAYAT)
  • KABUT HITAM [ END]

Kenanga, kembang desa yang kecantikannya laksana cahaya bulan. Ia tak pernah tau, pesona yang dianugerahkan padanya adalah kutukan. Senyum manisnya menjadi duri yang menusuk hati para perempuan, sementara bening matanya bagai jerat para lelaki berlidah manis dan berhidung belang. Di balik lirikan dan bisikan, tersimpan nafsu yang mengendap, bercampur dengan dengki yang membara. Hari demi hari, langkah Kenanga diiringi bahaya yang mengintai, makin mendekat dan menunggu saat yang tepat. Hingga suatu malam, di bawah langit pekat, ia dijebak dan diseret ke tempat di mana teriakan tak akan pernah sampai ke telinga siapa pun. Tubuhnya diperlakukan tanpa belas kasih, suaranya terhenti dalam cekikan ketakutan, dan hidupnya direnggut dengan cara yang tak pantas bagi siapa pun. Namun, kematian bukanlah akhir bagi Kenanga. Dari tanah basah yang memeluk jasadnya dan tebaran bunga kenanga yang layu di pusaranya, bangkit dendam yang tak terbendung. Bagi mereka yang pernah menyakitinya, malam-malamnya tak akan pernah sunyi lagi-sebab bisikan kematian kini berjalan di sisi mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines