Cinta dan Kisahnya(Akan Diterbitkan)

Cinta dan Kisahnya(Akan Diterbitkan)

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Tue, Nov 4, 2025
Cinta mereka lahir dari kebetulan... dan berakhir di bawah kutukan bulan merah darah. Arka hanya ingin mencintai Issabela - perempuan yang datang membawa cahaya dalam hidupnya yang kehilangan cahayanya. Tapi di balik tatapan lembutnya, tersembunyi rahasia kelam: keterikatan dengan Sekte Dua Aruna, sekte yang menukar cinta dengan pengorbanan. Demi menyelamatkannya, Arka menembus berbagai rintangan, menghadapi iblis, dan menantang takdir itu sendiri. Hingga pada malam pengorbanan, ketika cinta harus memilih antara hidup atau kehilangan... Ia memilih kehilangan dirinya, demi kebebasan wanita yang ia cintai. Namun cinta sejati tak pernah benar-benar mati- ia hanya berdiam di antara cahaya dan kegelapan, menunggu untuk ditemukan kembali.
All Rights Reserved
#954
petualang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • The Villain Mother
  • The Last Yes!
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines