melanholic

melanholic

  • WpView
    Reads 2,388
  • WpVote
    Votes 240
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 23, 2026
[CERITA 10] Jakarta menyambut Chani dengan aspal panas dan klakson yang tak henti. Setelah bertahun-tahun di kampung bersama Om-nya, ia kembali ke kota yang dulu pernah jadi rumah-namun kini terasa asing. Hari pertama di kantor, takdir mempertemukannya lagi dengan Harsa. Dulu dia mengenalnya hanya sebagai sepupu dari pacar sahabatnya, kini menjadi atasannya. Tatapannya masih sama-tajam, sulit ditebak. Chani tak tahu, pertemuan itu bukan kebetulan. Sebuah insiden kecil akan mengubah segalanya, membuatnya hidup bukan sebagai dirinya sendiri, tapi sebagai bayangan Harsa. Dan dari situ, semuanya dimulai. Begin : 16/1/2026 Finish : -
All Rights Reserved
#2
kantoran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • The Last Yes!
  • The Villain's Mother
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Chasing Sanara
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Nala dan Mas Juragan

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines