Dunia yang aman bagi Ara adalah, dunia yang ada Kakung di dalamnya. Teras rumah sederhana menjadi saksi kehangatan mereka, aroma kopi dan roti bakar menemani.
Namun hidup tak selamanya indah, manusia hanya merencanakan tapi tuhan yang menentukan, kadang keputusan tuhan diambil saat kita belum siap. Kakung pergi, pergi ke tempat yang lebih indah dan jauh tanpa bisa di gapai.
Meruntuhkan dunia penuh warna yang Ara miliki, dan dalam sekejap semuanya berubah menjadi hitam dan putih. Kehidupan yang kini di jalaninnya penuh dengan kenangan dan debu kerinduan yang kian hari membuat sesak.
Hingga perpustakaan membawa satu orang yang masuk dalam dunianya, Vano seorang lelaki yang entah mengapa mengingatkan dirinya pada sosok hangat kakung. Perlahan ia memiliki tujuan hidup kembali.
Namun benarkah Vano adalah pegangan hidup baru Ara atau hanya ilusi dari keterpurukan?
Hanya sebuah kisah tentang kehilangan, duka, keikhlasan, dan cara hati keluar dari jurang kehilangan.
جميع الحقوق محفوظة